Health  

Cara Mengatasi Mata Belekan Menurut Dokter Mata Terbaik Indonesia

Tertawa

FOKUS.CO.ID – Mata Anda menghasilkan lendir kotoran mata, alias rheum, atau belekan sepanjang hari. Belek berasal dari campuran produk limbah, debu, iritan, sel kulit mati, dan benda asing berpotensi bahaya yang tertangkap masuk ke dalam mata.

Jika benda asing masuk ke dalam mata, hal ini akan menyebabkan mata merah, gatal, tidak nyaman, hingga berair. Reaksi mata berair ini adalah respon alami sistem tubuh terhadap benda asing yang menyusup ke dalam mata.

Air mata merupakan komponen penting dari kesehatan mata yang baik. Air mata juga turut menjaga mata Anda agar tetap terlumasi sekaligus membilas kotoran keluar dari mata. Lapisan tipis air mata ini terus menggenangi permukaan mata Anda setiap kali Anda berkedip, membuang segala sampah dan sisa belek melalui saluran pembuangan air mata sebelum lendir mengeras di mata Anda.

Saat Anda tidur, Anda tidak berkedip. Permukaan mata tetap terjaga kelembapannya karena mata tertutup rapat. Alih-alih melanjutkan proses pembersihan mata, lendir dan segala sisa sampah yang mungkin masuk saat Anda terakhir kali membuka mata tidak terbuang inilah yang menyebabkan adanya belek di mata anda.

Apakah belekan berbahaya?

Jika jumlahnya terlalu banyak hingga memenuhi bulu mata dan mata sulit dibuka karena lengket, kamu perlu waspada. Pasalnya, belekan berlebihan bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius.

Penyakit yang Ditandai dengan Belekan Berlebihan

Belekan berlebihan bisa menjadi tanda penyakit berikut:

  • Blefaritis, yaitu peradangan kelopak mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus. Selain belekan berlebihan, gejala blefaritis lainnya berupa iritasi mata, ada benda asing di mata, serta kelopak mata gatal, merah, dan bengkak.
  • Konjungtivitis, merupakan peradangan pada bagian mata yang disebut konjungtiva. Ketika peradangan ini terjadi, seseorang mengalami mata merah, berair, dan terasa gatal akibat banyaknya kotoran yang menumpuk di mata. Konjungtivitis disebabkan oleh infeksi virus.
  • Keratitis adalah peradangan pada kornea mata. Gejalanya mirip dengan konjungtivitis, yakni berupa mata sensitif terhadap cahaya, sulit membuka mata, air mata keluar terus-menerus, gangguan penglihatan, muncul sensasi adanya benda kecil seperti pasir di dalam mata, serta mata merah, nyeri, bengkak, dan iritasi.
BACA JUGA:  Pentingnya Open Minded dalam Berpikir Kritis

Tanda Belekan yang Perlu Diwaspadai

Jika kamu mengalami belekan dengan gejala berikut, segera berbicara dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat:

  • Lendir berwarna hijau atau keabuan kental. Kondisi ini menandakan adanya infeksi bakteri piogenik alias konjungtivitis bakterial.
  • Lendir kekuningan yang disertai dengan rasa sakit saat berkedip dan benjolan kecil di kelopak mata (mirip seperti jerawat).
  • Bebola lendir berwarna putih atau kuning yang jatuh bersama air mata. Kondisi ini menandakan infeksi dakriosistitis dan sistem drainase air mata atau kantung nasolakrimalis.
  • Belek tebal kering berpasir, disebabkan karena infeksi blefaritis. Kondisi ini membuat kelopak mata menjadi tebal dan membentuk sisik kulit mati seperti ketombe.
  • Lendir berbusa berwarna kuning kehijauan, disebabkan disfungsi kelenjar meibom (MGD).
  • Belek cair karena bercampur air mata. Kondisi yang menandakan infeksi konjungtivitis viral.
  • Lendir putih berair, lengket, dan berserabut yang menempel di pojokan mata. Kondisi ini bisa menjadi gejala konjungtivitis alergi, disebabkan karena terpapar serbuk sari, bulu, debu, dan iritan lainnya.

Cara Mengatasi Mata Belekan

Saat mata terasa gatal, kamu tidak boleh menggaruknya karena bisa membuat bakteri penyebab belekan menyebar ke area mata lainnya. Lalu, apa yang harus dilakukan saat mata belekan dan gejala penyertanya muncul? Berikut ini di antaranya:

  • Kompres mata pakai air hangat selama 10-15 menit. Cara ini bukan untuk membunuh kuman penyebab, hanya bisa menghilangkan gejala yang muncul.
  • Hindari penyebab alergi, terutama jika belekan muncul sebagai reaksi alergi.
  • Gunakan obat mata, tapi jangan terlalu sering. Sebaiknya bicara pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat tetes mata agar kamu mengetahui dosis dan jangka waktu pemakaiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *