Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang dengan Mudah dan Aman

bayi

Kepala bayi peyang adalah kondisi di mana bentuk kepala bayi menjadi tidak simetris atau datar di salah satu sisi. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti posisi tidur, tekanan di dalam rahim, ketegangan otot leher, kelahiran prematur, atau kelainan tulang tengkorak. Meskipun tidak berbahaya bagi perkembangan otak bayi, kepala bayi peyang bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri bayi di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara mengatasi kepala bayi peyang dengan mudah dan aman.

Mengubah Posisi Tidur Bayi

Salah satu cara mengatasi kepala bayi peyang adalah dengan mengubah posisi tidur bayi secara berkala. Posisi tidur telentang memang lebih aman untuk bayi, tetapi jika terlalu lama bisa menyebabkan bagian belakang kepala bayi menjadi datar. Untuk mencegah hal ini, orang tua bisa mengubah posisi tidur bayi ke arah kanan dan kiri secara bergantian setiap beberapa jam. Selain itu, orang tua juga bisa mengubah posisi tempat tidur bayi agar bayi mendapatkan pemandangan baru dan tidak selalu menoleh ke arah yang sama.

Menggendong Bayi dengan Berbagai Posisi

Cara mengatasi kepala bayi peyang selanjutnya adalah dengan menggendong bayi dengan berbagai posisi. Menggendong bayi bisa membantu mengurangi tekanan pada bagian kepala yang sama dan merangsang perkembangan motorik bayi. Orang tua bisa menggendong bayi dengan posisi dada, pinggul, atau punggung, asalkan bayi tetap nyaman dan aman. Menggendong bayi juga bisa meningkatkan ikatan emosional antara orang tua dan bayi.

Baca Juga:  Penyebab Gigi Berlubang

Memakaikan Bantal atau Helm Khusus

Jika cara-cara di atas tidak cukup efektif, orang tua bisa memakaikan bantal atau helm khusus untuk bayi yang berkepala peyang. Bantal atau helm khusus ini berfungsi untuk memberikan tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi lain. Bantal atau helm khusus ini biasanya terbuat dari bahan yang lembut dan ringan, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau iritasi pada kulit bayi. Bantal atau helm khusus ini bisa dipakai selama beberapa jam sehari, tergantung pada tingkat keparahan kepala bayi peyang.

Melakukan Terapi Fisik atau Bedah

Cara mengatasi kepala bayi peyang yang terakhir adalah dengan melakukan terapi fisik atau bedah. Terapi fisik dilakukan untuk membantu meningkatkan refleks gerak leher bayi, terutama jika bayi mengalami tortikolis atau gangguan otot leher. Terapi fisik ini bisa meliputi pijat, peregangan, atau latihan gerak. Sedangkan bedah dilakukan untuk mengoreksi bentuk tulang tengkorak bayi, terutama jika bayi mengalami craniosynostosis atau penyatuan lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini. Bedah ini biasanya dilakukan pada bayi yang berusia di bawah satu tahun.

Kesimpulan

Kepala bayi peyang adalah kondisi yang bisa diatasi dengan berbagai cara, mulai dari mengubah posisi tidur, menggendong bayi, memakaikan bantal atau helm khusus, hingga melakukan terapi fisik atau bedah. Orang tua tidak perlu panik atau merasa bersalah jika bayi mereka mengalami kepala peyang, karena kondisi ini tidak memengaruhi perkembangan otak bayi. Namun, orang tua tetap perlu memeriksakan bayi ke dokter untuk mengetahui penyebab dan tingkat keparahan kepala bayi peyang, serta mendapatkan saran dan pengobatan yang tepat.***

Baca juga: Tahap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan yang Wajib Diketahui Orang Tua

Baca Juga:  Cemilan Homemade Bayi 6 Bulan Ke Atas: Sehat dan Bergizi

Sumber artikel:

  • Alodokter. Ini Penyebab Kepala Bayi Peyang dan Cara Mengatasinya.
  • Hello Sehat. Kepala Peyang pada Bayi: Penyebab dan Cara Mencegahnya.
  • Review Bukalapak. 5 Cara Mengatasi Kepala Bayi yang Peyang.
  • Kumparan Mom. Kepala Bayi Baru Lahir yang Peyang, Apakah Bisa Berubah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *