Kisah Nabi Ibrahim AS Lengkap, dari Lahir Hingga Akhir Hayatnya

Kisah Nabi Muhammad SAW Dalam Peristiwa Isra' Mi'raj Hingga Sampai Ke Baitul Maqdis

SEJARAH ISLAM – Kisah Nabi Ibrahim AS menjadi salah satu dari kisah-kisah nabi lainnya yang oleh umat Islam wajib diimani dan diketahui. Kisah Nabi Ibrahim dimulai sejak kecil hingga harus melawan Raa Namrud. Seperti yang diketahui juga bahwa Nabi Ibrahim AS merupakan seorang yang termasuk dalam golongan ulul azmi yakni seorang nabi yang ketabahannya sangat luar biasa dalam perjuangannya berdakwah. Nabi lainnya yang juga termasuk ke dalam golongan ulul azmi ialah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS serta Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang umat Islam ketahui bahwa dalam agam Islam terdapat peristiwa kurban yang dikenal sebagai kisah Nabi Ibrahim AS. Peristiwa kurban tersebut dimana Nabi Ibrahim AS harus mengorbankan anaknya Nabi Ismail AS untuk disembelih sebagai wujud dari kketaqwaannya terhadap Allh SWT.

Kisah Nabi Ibrahim AS yang memiliki julukan ‘bapak para nabi’ ini akan kita bahas sehingga dapat menjadi tauladan suatu pelajaran bagi para umat manusia. Mengapa beliau bisa dijuluki sebagai ‘bapak para nabi’? Karena dari nabi Ibrahim AS lahir para pejuang di jalan Allah. Berikut ini akan kita bahas tentang kisah Nabi Ibrahim AS.

Kisah Nabi Ibrahim AS Dilahirkan

Sebelum Nabi Ibrahim AS dilahirkan, seorang raja bernama Raja Namrud yang memiliki sifat angkuh dan sombong dan penyembah berhala dinujumkan oleh ahli nujum bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang bisa membinasakannya di masa depan. Sehingga diperintahkanlah para prajurit Raja Namrud untuk mencarinya agar ramalan tersebut tidak terjadi.

Raja Namrud memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir di tahun itu dan ada larangan untuk para kaum laki-laki menggauli istrinya bahkan hingga setiap rumah dijaga oleh pengawal istana. Kemudian ahli nujum tersebut memberitahukan kepada sang raja bahwa waktu kelahiran anak laki-laki tersebut sudah semakin dekat.

Waktu kelahiran Nabi Ibrahim AS pun semakin dekat sehingga ia dibawa oleh ibunya ke dalam gua agar para pengawal istana tidak mengetahuinya dan Ibrahim dapat selamat. Hal yang menarik pada saat Nabi Ibrahim AS lahir adalah kening di wajahnya yang memancarkan cahaya. Pada saat itulah wilayah tersebut mengalami keanehan.

Berhala-berhala yang berdiri kokoh tiba-tiba hancur berjatuhan, istana Raja Namrud roboh dan mahkota yang ada di kepalanya terjatuh. Melihat keadaan tersebut, ibu Ibrahim berusaha melindungi bayinya tersebut dengan menutup pintu gua agar Ibrahim tidak dapat ditemukan oleh orang-orang yang berniat jahat kepadanya.

BACA JUGA:  Kisah Nabi Muhammad SAW Dalam Peristiwa Isra' Mi'raj Hingga Sampai Ke Baitul Maqdis

Kisah Nabi Ibrahim AS Setelah Dilahirkan

Setelah satu minggu berada di dalam gua, Ibrahim didapati oleh ibunya sedang meminum susu dari ibu jarinya. Setelah itu, pertumbuhan dari Nabi Ibrahim AS terbilang sangat pesat dibandingkan anak-naka lain pada umumnya.

Pada setiap bulannya, Nabi Ibrahim tumbuh seperti anak yang berusia 1 tahun. Setelah keluar dari gua tersebut usianya seperti anak yang sudah berusia 12 tahun. Nabi Ibrahim AS kecil pun mulai mencari Tuhannya melalui kejadian besar seperti matahari terbit, gunung, laut dan sebagainya.

Kisah Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan

Setelah keluar dari gua, Nabi Ibrahim AS mulai mencari Tuhannya dengan melakukan berbagai cara. Hal tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an pada beberapa surah khusus yang bertujuan untuk menjadi pelajaran manusia dan menunjukkan besarnya kekuasaan Allah SWT.

Dalam perjalanannya mencari Tuhan, Ibrahim menemukan fakta bahwa ada yang lebih besar dan berkuasa lagi dari yang sebelumnya sudah ia anggap besar dan tidak bertahan lama. Seperti yang disebutkan dalam ayat Al-Quran disebutkan “Sesungguhnya jika Tuhan tidak memberikan petunjuk maka aku termasuk orang sesat”

Kisah Nabi Ibrahim Memulai Dakwahnya

Pada saat Ibrahim remaja, ia selalu mempertanyakan kepada ayahnya mengenai Tuhan yang sesungguhnya. Saat itu juga lah Nabi Ibrahim AS menyadari bahwa patung yang disembah itu adalah sebuah kesia-siaan. Sehingga ia memutuskan untuk berdakwah dan menyadarkan kaumnya.

Nabi Ibrahim AS juga mengajak ayahnya untuk sadar tidak menyembah berhala lagi, tapi ayahnya tidak mau. Hingga pada akhirnya, hukuman diberikan kepada orang-orang kafir oleh Allah SWT.

Nabi Ibrahim AS harus menerima kenyataan pahit bahwa pada saat itu masyarakat di Bait Al-Maqdis masih menyembah berhala karena ayahnya sendiri yang membuat patungnya. Dalam dakwah yang disampaikannya, Nabi Ibrahim AS pun harus menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Termasuk penolakan dari kaumnya sendiri yang ingin tetap menyembah berhala. Menurut mereka daripada ajaran Nabi Ibrahim AS, kepercayaan turun temurun lebih kuat.

Meskipun begitu, Nabi Ibrahim AS tidak pantang menyerah dan tetap berusaha untuk menyebarkan ajaran Allah kepada kaumnya. Kemudian seiring waktu berjalan, satu per satu orang mulai datang untuk menyatakan keimanannya. Namun masih dengan cara sembunyi-sembunyi karena takut.

BACA JUGA:  Kisah Nabi Syuaib AS dan Mukjizatnya

Kisah Nabi Ibrahim AS Berselisih dengan Raja Namrud
Raja Namrud semakin dihantui rasa ketakutan akan kematiannya saat mendengar Ibrahim AS membawa ajaran baru. Ia masih terus mencari cara dengan dengan strategi ancaman dalam sisa hidupnya agar ramalan yang dinujumkan kepadanya tidak terjadi. Perselisihan Nabi Ibrahim AS dan Raja Namrud berawal saat patung-patung dijatuhkan oleh utusan Allah SWT tersebut.

Kisah Nabi Ibrahim AS di Akhir Hayatnya

Perjalanan dakwah dari Nabi Ibrahim AS terhenti dan putranya lah yang menggantikannya. Di akhir hayatnya pada saat itu ia sedang berada di teras rumahnya dan didatangi oleh seorang laki-laki tua yang berpenampilan lusuh sambil membawa tongkat dan kemudian mempersilahkannya masuk ke rumahnya untuk dijamu.

Ternyata Nabi Ibrahim AS tak menyadari bahwa laki-laki tua tersebut adalah malaikat Izrail yang akan mencabut nyawanya. Sempat terjadi tawar-menawar antara nabi Ibrahim AS dan malaikat Izrail. Bahkan malaikat harus menyampaikan pesannya tersebut kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim AS Diperintahkan Menyembelih Ismail

Nabi Ibrahim AS diturunkan perintah lewat mimpinya dalam beberapa kali untuk menyembelih putranya ismail yang sejak lama sudah ia dambakan. Akhirnya Nabi Ibrahim memberitahukan mimpinya tersebut kepada Istrinya dan mulai adakebimbangan. Namun saat Ismail mendengarnya, ia malah menyanggupi perintah dari Allah tersebut dan meyakinkan ayahnya bahwa itu adalah keinginan yang terbaik dari Allah SWT.

Akhirnya Nbai Ibrahim menyembelih putra kesayangannya itu meskipun sebelumnya sempat ada keraguan dan meyakinkan dirinya kepada Allah SWT. Saat Nabi Ibrahim AS akan menyembelih Ismail, peristiwa mengejutkan terjadi. Beliau mulai menghunuskan pisau tepat di leher Ismail namun tiba-tiba saja tubuh Ismail ditukar oleh seekor domba dan Ismail tidak jadi disembelih.

Perintah Allah tersebut diberikan oleh Allah SWT karena ingin mengetahui dan menguji ketaatan Nabi ibrahim AS kepadanya setelah buah hatinya itu akhirnya lahir. Peristiwa tersebut terdapat dalam Q.S As-Saffat ayat 103-105 yang menjadi bukti ketaatan dari Nabi Ibrahim AS dan keluarganya sekaligus sebagai dalil yang mengisyaratkan qurban untuk umat Islam pada bulan Dzulhijjah.

Mukjizat Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud di atas api yang menyala karena membawa ajaran baru dan menentang Namrud. Namun Nabi Ibrahim AS diberikan mukjizat oleh Allah SWT, saat dibakar tubuhnya tidak terbakar dan tidak tersentuh api sama sekali bahkan api menjadi dingin.

  1. Dapat Mengeluarkan Susu dan Madu dari Jarinya

    Ibrahim AS sempat ditinggal oleh ibunya di dalam gua saat masih kecil agar ia selamat. Jari Ibrahim AS dapat mengeluarkan susu dan madu. Keajaiban tersebut lah yang membuat Ibrahim AS tetap hidup dan pertumbuhannya pesat.

  2. Menghidupkan Makhluk yang sudah Mati

    Pada saat itu Nabi Ibrahim AS belum sepenuhnya mempercayai Allah SWT. Sehingga ia diperlihatkan bagaimana cara menghidupkan makhluk yang sudah mati dan hal itu tentunya tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Saat itu nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk mencincang burung lalu menaruhnya di atas bukit. Kemudian ia memanggilnya lagi dan tak disangka bahwa butung tersebut hidup kembali.

  3. Mengubah Pasir Menjadi Makanan

    Nabi Ibrahim AS dapat mengubah pasir menjadi makanan. Pada saat itu Ibrahim mendatangi Namrud untuk mendapatkan makanan. Namun ia malah dikasih sekantong pasir karena tetap teguh pada pendiriannya saat ditanya siapa Tuhannya. Keesokan harinya isi kantong tersebut berubah menjadi makanan.

  4. Orang Pertama yang Membangun Ka’bah

    Ka’bah dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim AS. Prosesnya pembangunannya dibimbing langsung dari Allah SWT. Awalnya Allah memerintahkan untuk membangunkan rumah untuk-Nya. Allah pun mengutus awan untuk menanyakan Ibrahim apakah ia sudah melaksanakan tugasnya. Allah pun segera membuat pondasi setelah mendapatkan jawaban. Setelah itu bangunan tersebut ditinggikan oleh Ibrahim dan putranya.

    Demikian kisah Nabi Ibrahim AS yang telah dirangkum semedian rupa untuk dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan suri tauladan bagi para umat Islam. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan lebih membuat kita tersara akan keesaan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *