Provinsi Banten Meraih Posisi Teratas dalam Realisasi e-Purchasing

Provinsi Banten Meraih Posisi Teratas dalam Realisasi e-Purchasing

FOKUS BANTEN – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten menduduki peringkat keempat dalam perolehan realisasi e-Purchasing tertinggi di tingkat nasional. Realisasi e-Purchasing Provinsi Banten selama periode awal tahun 2023 hingga 15 September 2023 mencapai puncaknya dengan persentase sebesar 25,88%.

Hal ini disampaikan oleh Hendar Prihadi, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI) dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Usaha Mikro dan Kecil serta Koperasi (UMKK) pada Pemerintah Daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro.

Pengertian e-Purchasing

Sebelum kita lebih lanjut menjelajahi pencapaian gemilang Provinsi Banten dalam e-Purchasing, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu e-Purchasing. E-Purchasing merujuk pada cara pembelian barang atau jasa melalui sistem e-katalog yang dikelola dan dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Capaian Nasional

Secara nasional, capaian kinerja pengadaan barang dan jasa produk yang tersedia dalam e-Katalog per 16 September 2023 mencapai angka yang mengesankan. Terdapat lebih dari 6,3 juta produk yang dapat diakses melalui e-Katalog ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp137,9 Triliun. Ini adalah bukti nyata bahwa e-Purchasing telah menjadi bagian integral dari sistem pengadaan barang dan jasa di Indonesia.

Dukungan dari Kota Tangerang Selatan

Kesuksesan Provinsi Banten dalam mencapai peringkat keempat tersebut juga didorong oleh kontribusi dari Kabupaten/Kota di wilayah tersebut. Kota Tangerang Selatan mencatatkan prestasi yang luar biasa dengan menduduki peringkat ketiga dalam perolehan realisasi e-Purchasing Pemerintah Kota secara nasional, dengan persentase mencapai 21,50%. Selain itu, Kota Tangerang Selatan juga menunjukkan kontribusinya yang signifikan dengan mencapai peringkat keempat dalam hal nilai transaksi, yang mencapai Rp 554,44 Miliar.

Kunci Kesuksesan

Penjabat (PJ) Gubernur Banten, Al Muktabar, dengan bangga menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil dari penerapan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Ini adalah cerminan dari komitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat.

Kolaborasi untuk Kesuksesan

Dalam konteks realisasi e-Katalog ini, kolaborasi adalah kunci untuk mencapai hasil yang optimal. Al Muktabar mengingatkan bahwa e-Katalog haruslah menjadi sumber yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas. Dalam semangat akuntabilitas, ia juga mengimbau agar semua pihak, baik pengusaha maupun aparatur pemerintah, memanfaatkan e-Katalog yang terbuka untuk semua orang.

Menekankan Produk Lokal dan UMKM

Salah satu poin penting dalam strategi e-Purchasing adalah mengedepankan produk lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini adalah langkah yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan peluang kepada produsen kecil untuk bersaing dalam pasar yang lebih besar. Dalam e-Katalog Provinsi Banten, lebih dari 61,4% produk yang terdaftar merupakan produk UMKM kecil. Jumlah produk yang ditampilkan dalam katalog lokal Provinsi Banten pada Bulan September 2023 mencapai angka yang mengesankan, yaitu 62.834 penayangan.

Meningkatnya Jumlah Penyedia

Dalam perkembangannya, e-Katalog Provinsi Banten juga telah berhasil menarik lebih banyak penyedia. Saat ini, terdapat 3.551 penyedia yang terdaftar dalam e-Katalog, yang terdiri dari UMKM dan beberapa non-UMKM. Ini menunjukkan bahwa e-Purchasing telah membuka pintu bagi berbagai pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Lonjakan Nilai Transaksi

Yang tak kalah mengesankan adalah lonjakan signifikan dalam nilai transaksi e-Purchasing Pemerintah Provinsi Banten. Hingga tanggal 18 September 2023, total nilai transaksi mencapai Rp 1,55 Triliun. Ini adalah peningkatan yang sangat pesat dibandingkan dengan total nilai transaksi pada tahun 2022, yang hanya mencapai Rp 50,1 Miliar. Hal ini menunjukkan bahwa e-Purchasing telah membawa dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengadaan barang dan jasa.

Kesimpulan

Prestasi luar biasa Provinsi Banten dalam perolehan realisasi e-Purchasing ini adalah bukti nyata dari komitmen dan kerja keras pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya. Kolaborasi, pengutamaan produk lokal dan UMKM, serta peningkatan jumlah penyedia telah menjadi faktor kunci dalam pencapaian ini. Lonjakan nilai transaksi yang signifikan juga menunjukkan bahwa e-Purchasing memiliki dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Semua pencapaian ini adalah langkah menuju masyarakat yang lebih baik dan ekonomi yang lebih kuat. Provinsi Banten telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemimpin dalam menerapkan e-Purchasing dengan sukses di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk terus meningkatkan penggunaan teknologi dalam menjalankan tugas pemerintahan.