Warga Kampung Jamaka Kelurahan Cilaku Gelar Lomba Layang-Layang

Warga Kampung Jamaka Kelurahan Cilaku Gelar Lomba Layang-Layang
Ilustrasi bermain layang-layang

FOKUS SERANG BANTEN – Layang-layang, permainan yang identik dengan masa kecil zaman dulu, kini mulai tergeser oleh perkembangan teknologi. Namun, di Kampung Jamaka Rt004 Rw003 Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, layang-layang masih menjadi bagian dari budaya masyarakat. Pada Minggu 05/11/2023, warga kampung tersebut menggelar lomba layang-layang yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai lingkungan.

Menumbuhkan Kembali Budaya Tradisional

Ketua pelaksana lomba layang-layang, Yusri, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali budaya tradisional yang hampir punah di kalangan masyarakat. Ia berharap bahwa dengan bermain layang-layang, generasi muda bisa mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa.

“Layang-layang adalah salah satu warisan budaya kita yang harus kita lestarikan. Dengan menyelenggarakan lomba layang-layang ini, kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk kembali bermain layang-layang dan mengenalkan permainan ini kepada generasi muda,” ucap Yusri.

Yusri menambahkan bahwa lomba layang-layang ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga masyarakat Lingkungan Jamaka. Ia mengatakan bahwa pendaftaran lomba layang-layang ini dibuka untuk umum dengan biaya Rp 10.000 per peserta. Panitia juga menetapkan syarat dan peraturan tertentu untuk memastikan kelancaran dan keseruan lomba.

“Alhamdulillah, dalam ajang lomba layang-layang ini puluhan peserta ikut berpartisipasi mengikuti perlombaan ini dengan pendaftaran 10.000 rupiah per peserta. Kami juga menetapkan syarat dan peraturan tertentu dari panitia penyelenggara,” jelas Yusri.

Menciptakan Kecerian dan Harapan

Lomba layang-layang ini tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga menciptakan keceriaan dan harapan bagi masyarakat. Yusri berharap bahwa dengan adanya lomba layang-layang ini, anak-anak bisa terbatasi penggunaan gadget dan lebih banyak berinteraksi dengan alam dan sesama.

“Dan kedepannya akan lebih meriah lagi dari sekarang, serta mudah-mudahan kegiatan lomba layang-layang ini bisa berkembang baik di tingkat,Kelurahan, Kecamatan, Kota bahkan Provinsi. Agar apa yang sekarang terjadi pada anak-anak kita yang selalu menggunakan gadget bisa terbatasi dengan bermain layang-layang,” harap Yusri.

Panitia penyelenggara juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang lomba layang-layang. Hadiah untuk juara 1,2 dan 3 mendapat hadiah uang hiburan. Yusri berharap bahwa hadiah ini bisa menjadi motivasi bagi para peserta untuk berprestasi dan mengasah kreativitas.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan lomba layang-layang ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk melestarikan budaya tradisional kita,” tutup Yusri.
(Holil)