Udara Jakarta Tak Sehat, Terburuk Keempat Dunia
![]() |
| Sejumlah warga memakai masker saat beraktivitas di kawasan perkotaan Jakarta di tengah kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. |
FOKUS JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi masuk kategori tidak sehat dengan AQI 158 dan menempati peringkat keempat kota berudara terburuk di dunia.
Intinya:
- Jakarta mencatat AQI 158 dengan polusi PM2.5 mencapai 65 mikrogram per meter kubik.
- Masyarakat disarankan memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.
- Pemprov DKI menyiapkan langkah cepat pengendalian pencemaran udara saat musim kemarau.
Kualitas udara Jakarta kembali memburuk pada Rabu pagi. Data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 05.42 WIB mencatat indeks kualitas udara atau AQI berada di angka 158.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polusi PM2.5 tercatat mencapai 65 mikrogram per meter kubik.
Kenapa Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat?
Kategori tidak sehat berarti kualitas udara dapat merugikan manusia maupun kelompok hewan sensitif. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan serta mengganggu nilai estetika lingkungan.
IQAir merekomendasikan warga menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan menutup jendela untuk mencegah udara kotor masuk ke dalam ruangan.
Dalam daftar kota dengan udara terburuk dunia, Lahore di Pakistan berada di posisi pertama dengan AQI 343. Posisi kedua ditempati Johannesburg, Afrika Selatan dengan angka 172.
Kuwait berada di urutan ketiga dengan AQI 162. Jakarta menempati posisi keempat, sedangkan Delhi, India berada di posisi kelima dengan angka 132.
Baca juga: CKG Ojol Diperluas ke 5 Kota, Target 4.000 Peserta
Apa Langkah Pemprov DKI Mengatasi Polusi Udara?
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan respon cepat menghadapi pencemaran udara saat musim kemarau. Musim kemarau diprediksi berlangsung mulai awal Mei hingga Agustus mendatang.
Langkah penanganan meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau udara serta uji emisi kendaraan bermotor. Pemprov DKI juga mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).
Evaluasi dilakukan dari berbagai aspek. Mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pemprov DKI menilai pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu wilayah. Karena itu diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah dan kolaborasi lintas wilayah sekitar Jakarta.
Bagaimana Kategori Kualitas Udara Ditentukan?
Kategori baik berada pada rentang PM2.5 sebesar 0-50 dan tidak memberikan dampak bagi manusia, hewan, tumbuhan maupun bangunan. Kategori sedang berada pada rentang 51-100 dan mulai berdampak pada tumbuhan sensitif serta nilai estetika.
Sementara kategori sangat tidak sehat berada pada rentang PM2.5 sebesar 200-299. Pada level ini kualitas udara dapat merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Adapun kategori berbahaya berada pada rentang 300-500. Dalam kondisi tersebut kualitas udara secara umum dapat merugikan kesehatan serius pada populasi.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim
FAQ Kualitas Udara Jakarta
Berapa indeks kualitas udara Jakarta saat ini?
Indeks kualitas udara atau AQI Jakarta pada Rabu pagi tercatat berada di angka 158 berdasarkan data IQAir pukul 05.42 WIB.
Kenapa kualitas udara Jakarta disebut tidak sehat?
Karena angka AQI 158 masuk kategori tidak sehat dan polusi PM2.5 mencapai 65 mikrogram per meter kubik.
Apa dampak udara tidak sehat bagi masyarakat?
Kondisi udara tidak sehat dapat merugikan manusia dan kelompok hewan sensitif serta berpotensi merusak tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.
Apa imbauan bagi warga Jakarta saat polusi meningkat?
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, dan menutup jendela untuk menghindari udara kotor.
Jakarta berada di peringkat berapa kota berudara terburuk dunia?
Jakarta menempati peringkat keempat kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan data IQAir.

Posting Komentar