BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online

BRI menegaskan pengajuan KUR hanya lewat kantor dan petugas resmi, bukan link online atau media sosial.

BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online

FOKUS TANGSEL - BRI menegaskan pengajuan KUR hanya melalui unit kerja resmi, bukan link online atau akun pribadi yang marak beredar di media sosial.

Intinya:

  • BRI menyebut pengajuan KUR tidak pernah dilakukan lewat link online.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap akun pribadi yang mengatasnamakan BRI.
  • BRI mengingatkan nasabah agar tidak membagikan PIN, password, dan kode OTP.

KOTA TANGSEL – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI.

Modusnya sederhana, tapi kerap bikin orang tergoda. Tawaran pencairan cepat bertebaran lewat pesan digital, link online, hingga akun media sosial pribadi yang mengaku bagian dari BRI.

Bagaimana Proses Pengajuan KUR Resmi BRI?

BRI menegaskan proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan berdasarkan keterangan petugas resmi. Pengajuan tidak pernah dilakukan lewat link online, akun pribadi, atau media sosial yang tidak memiliki keterkaitan resmi dengan BRI.

Regional CEO BRI Jakarta 3 Moch Suratob mengatakan, proses pengajuan KUR hanya bisa dilakukan melalui jalur resmi perusahaan.

“BRI pernah melakukan secara Ayat pengajuan KUR link online resmi, resmi, pribadi, akun yang ayat keterkatikai keterkaitan dari Brium,” kata Suratob, Minggu 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengakses layanan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Unit BRI, Teras BRI, AgenBRILink, hingga tenaga pemasar resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di tengah derasnya arus pesan digital, tawaran instan memang sering terdengar lebih cepat daripada antrean kantor. Sayangnya, penipuan juga bergerak dengan langkah yang sama cepatnya.

Kenapa Masyarakat Diminta Waspada?

BRI meminta masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran pencairan KUR cepat melalui link online atau akun pribadi. Bank pelat merah itu juga memastikan proses pengajuan KUR tidak memungut biaya apa pun di awal.

Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum memberikan data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan BRI.

BRI juga mengingatkan agar masyarakat tidak membagikan informasi penting seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun.

“Penduduknya Data ISOplis dapat dapat dapat indikasi penipuan. Masyarakat selalu selalu berbicara digermakan verifikasi kuncian resmi kanal BRI,” kata Suratob.

Peringatan itu muncul di tengah maraknya penipuan digital berkedok layanan perbankan. Nama perusahaan besar sering dipakai sebagai umpan, sementara korban diarahkan masuk ke link atau akun yang tampak meyakinkan.

Ke Mana Masyarakat Bisa Mengecek Informasi Resmi?

Masyarakat dapat memverifikasi informasi terkait KUR melalui kanal resmi BRI, mulai dari website resmi, media sosial resmi, hingga layanan pelanggan BRI di nomor 14017 atau 1500017.

BRI menyebut edukasi literasi digital terus diperkuat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

Di era ketika link bisa datang lebih cepat daripada salam pembuka, kewaspadaan menjadi pagar pertama. Sebab satu klik yang salah kadang lebih mahal daripada cicilan usaha itu sendiri.

FAQ Seputar KUR BRI dan Modus Penipuan Online

Apakah pengajuan KUR BRI bisa lewat link online?

Tidak. BRI menegaskan pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi dan petugas resmi BRI.

Di mana masyarakat bisa mengajukan KUR BRI?

Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Unit BRI, Teras BRI, AgenBRILink, dan tenaga pemasar resmi BRI.

Apakah ada biaya awal untuk pengajuan KUR BRI?

BRI memastikan proses pengajuan KUR tidak memungut biaya apa pun di awal.

Apa saja modus penipuan yang diingatkan BRI?

Modus yang marak terjadi berupa tawaran pencairan KUR cepat melalui pesan digital, link online, dan akun media sosial pribadi yang mengatasnamakan BRI.

Data apa yang tidak boleh dibagikan ke pihak lain?

Masyarakat diminta tidak memberikan PIN, password, dan kode OTP kepada siapa pun.

Bagaimana cara mengecek informasi resmi dari BRI?

Masyarakat dapat memverifikasi informasi melalui website resmi BRI, media sosial resmi BRI, atau menghubungi layanan BRI di 14017 dan 1500017.

Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online
  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online
  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online
  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online
  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online
  • BRI Tegaskan KUR Tak Pernah Lewat Link Online

Posting Komentar