Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM

Kemenperin dan MR.DIY bekerja sama memperluas akses pasar produk IKM nasional ke ritel modern selama dua tahun.
Penandatanganan kerja sama antara dua pihak di kantor pemerintahan dengan latar lambang Garuda Pancasila dan foto Presiden serta Wakil Presiden Indonesia.
Dua perwakilan menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan nota kesepahaman di sebuah kantor pemerintahan.

FOKUS JAKARTA - Kemenperin menggandeng MR.DIY untuk memperluas akses pasar produk industri kecil menengah nasional ke ritel modern.

Intinya:

  • Kemenperin dan MR.DIY menandatangani kerja sama pemasaran produk IKM.
  • Kerja sama mencakup promosi, distribusi, hingga pendampingan pemasaran.
  • IKM menyumbang 21,71 persen output industri nasional pada triwulan I 2026.

Kemenperin Perkuat Akses Pasar IKM

Kementerian Perindustrian memperkuat akses industri kecil menengah (IKM) nasional ke pasar ritel modern melalui kerja sama strategis dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY).

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kolaborasi itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional.

Menurut Agus, langkah tersebut ditujukan agar pelaku IKM semakin mampu bersaing di pasar modern.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Menperin.

MoU Berlaku Selama Dua Tahun

Kerja sama dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).

Kesepahaman itu berlaku selama dua tahun dan mencakup pertukaran data serta informasi, fasilitasi promosi dan perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran produk IKM.

Komoditas yang masuk dalam ruang lingkup kerja sama meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.

Manufaktur Nasional Masih Tumbuh

Agus menyebut manufaktur nasional masih menunjukkan kinerja solid di tengah dinamika ekonomi global.

Pada triwulan I tahun 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen dan memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional,” ungkapnya.

Tingkat optimisme pelaku usaha industri juga disebut masih terjaga. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Kepercayaan Industri April 2026 yang berada pada level ekspansif sebesar 51,75.

Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan sektor industri nasional masih memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah tekanan geopolitik serta krisis energi dunia.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pasar domestik dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai fondasi utama memperkuat daya saing industri nasional, khususnya sektor IKM,” tegasnya.

IKM Serap Lebih dari 13 Juta Tenaga Kerja

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.

Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja.

“Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” ujarnya.

Reni berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin mampu masuk ke rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang kompetitif, inovatif, dan sesuai kebutuhan konsumen.

Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim

BACA JUGA: Berita Nasional terbaru lainnya di FOKUS Nasional

FAQ

Apa tujuan kerja sama Kemenperin dan MR.DIY?

Kerja sama dilakukan untuk memperkuat akses pasar produk industri kecil menengah nasional ke ritel modern.

Kapan penandatanganan kerja sama dilakukan?

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan di Jakarta pada Senin, 18 Mei.

Berapa lama kerja sama Kemenperin dan MR.DIY berlangsung?

Kerja sama tersebut berlaku selama dua tahun.

Produk apa saja yang masuk dalam kerja sama ini?

Produk yang masuk meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.

Berapa jumlah IKM di Indonesia berdasarkan data BPS 2025?

Jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.

Berapa kontribusi IKM terhadap output industri nasional?

Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional.

Berapa tenaga kerja yang diserap sektor IKM?

Sektor IKM menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja pada triwulan I tahun 2026.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM
  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM
  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM
  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM
  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM
  • Kemenperin Gandeng MR.DIY Perluas Pasar IKM

Posting Komentar