Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang

88 siswa dan guru SMAN 1 Padarincang diduga keracunan usai konsumsi MBG. Dinkes Kabupaten Serang masih lakukan uji laboratorium.
Menu Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Padarincang Kabupaten Serang diduga terkait kasus keracunan massal siswa
Ilustrasi Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

FOKUS SERANG - Sebanyak 88 siswa dan guru SMAN 1 Padarincang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis.

Intinya:

  • 73 siswa dan 15 guru mengalami gejala mual, pusing, dan lemas.
  • 32 siswa sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Padarincang.
  • Dinkes Kabupaten Serang masih menunggu hasil uji laboratorium.

Dugaan keracunan massal terjadi di SMAN 1 Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, setelah puluhan siswa dan guru mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 itu kini masih dalam penyelidikan pihak terkait sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

88 Orang Dilaporkan Mengalami Gejala Serupa

Sebanyak 73 siswa dan 15 guru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, dan tubuh lemas beberapa jam setelah menyantap makanan dari SPPG Padarincang Citasuk.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 32 siswa sempat menjalani penanganan medis di Puskesmas setempat karena kondisi yang dirasakan.

Humas SMAN 1 Padarincang, Lilis Nurmalia, membenarkan adanya dugaan keracunan yang menimpa siswa dan guru.

“Kejadian itu memang benar. Beberapa siswa dan guru mengalami gejala seperti mual dan pusing. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinkes Kabupaten Serang untuk memastikan apakah penyebabnya benar dari makanan MBG atau bukan,” ujar Lilis kepada awak media.

Awalnya Dikira Masuk Angin Biasa

Pihak sekolah awalnya mengira keluhan yang dialami siswa hanya gejala masuk angin biasa.

Namun setelah sejumlah siswa mendatangi Puskesmas pada Jumat dengan keluhan serupa, sekolah mulai melakukan pendataan dan menemukan puluhan siswa serta guru mengalami kondisi yang sama.

Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Padarincang, Acep Mahmudin, mengatakan gejala mulai dirasakan siswa sekitar pukul 15.00 WIB pada hari kejadian.

“Awalnya kami mengira siswa hanya mengalami masuk angin biasa. Namun setelah jumlah yang mengeluh bertambah, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Acep.

Ia menegaskan pihak sekolah meminta pengelola dapur MBG bertanggung jawab dan memberikan langkah penanganan terbaik terhadap siswa maupun guru yang terdampak.

Sekolah Koordinasi dengan Aparat dan Kecamatan

Staf Tata Usaha SMAN 1 Padarincang, Candra, mengaku dirinya juga mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Polsek Padarincang, Koramil, dan pihak Kecamatan Padarincang untuk mempercepat penanganan.

“Alhamdulillah sudah ada iktikad baik dari pihak MBG. Tapi kami tetap menunggu hasil investigasi resmi,” kata Candra.

Camat Padarincang, Agus Saepudin, meminta seluruh pihak mengedepankan musyawarah sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

“Kami dari pihak kecamatan meminta pihak sekolah dan pihak MBG duduk bersama mencari solusi terbaik,” ujarnya.

SPPG Padarincang Citasuk Siap Evaluasi

Di tengah perhatian masyarakat Padarincang dan Kabupaten Serang terhadap kasus ini, pihak pengelola MBG mulai memberikan tanggapan.

Kepala SPPG Padarincang Citasuk, Harun, menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

“Kami tidak mengharapkan kejadian ini terjadi. Kami akan melakukan evaluasi terhadap peristiwa pada Rabu, 20 Mei 2026 itu,” kata Harun.

Sementara itu, salah satu pengelola MBG lainnya disebut meninggalkan lokasi saat awak media mencoba meminta klarifikasi langsung di dapur SPPG Padarincang Citasuk.

Warga dan Orang Tua Menunggu Hasil Uji Lab

Hingga Senin, 26 Mei 2026, hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang belum diumumkan.

Orang tua siswa, pihak sekolah, dan masyarakat di Padarincang kini menunggu kepastian penyebab insiden yang diduga sebagai keracunan massal tersebut.

Kasus ini juga menjadi perhatian warga Kabupaten Serang karena berkaitan dengan keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis yang menyasar lingkungan sekolah.

Penulis: Sri Sulastri
Editor: Ibrahim

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang
  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang
  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang
  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang
  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang
  • Dinkes Serang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Padarincang

Posting Komentar