Sering Manicure Pakai Lampu UV? Ini yang Perlu Diketahui soal Risikonya
![]() |
| Aktivitas manicure menggunakan lampu UV kembali menjadi perhatian setelah muncul kasus kanker kulit yang dikaitkan dengan paparan UV jangka panjang. |
FOKUS LIFESTYLE Kasus viral seorang wanita yang didiagnosis kanker kulit stadium awal setelah bertahun-tahun rutin manicure menggunakan lampu UV memicu kekhawatiran publik. Dokter menegaskan risikonya berkaitan dengan akumulasi paparan sinar UV dalam jangka panjang, bukan dari satu atau dua kali perawatan kuku.
Unggahan di Threads yang membahas seorang wanita berusia 52 tahun didiagnosis kanker kulit stadium awal mendadak ramai diperbincangkan. Bukan tanpa alasan, dugaan penyebabnya berasal dari kebiasaan yang bagi banyak orang terasa biasa saja, yakni manicure menggunakan lampu sinar ultraviolet (UV).
Di tengah tren perawatan diri yang terus berkembang, manicure sudah menjadi rutinitas banyak orang. Namun kasus ini mengingatkan bahwa ada aspek kesehatan yang sering luput diperhatikan ketika fokus hanya tertuju pada hasil kuku yang rapi dan tahan lama.
Kasus Viral yang Membuat Banyak Orang Mulai Bertanya
Kasus ini menjadi perhatian karena pola lesi pada pasien dinilai tidak biasa. Benjolan dan perubahan kulit tidak muncul di banyak bagian tubuh, melainkan terkonsentrasi di area punggung tangan yang paling sering terpapar lampu UV saat manicure.
Menurut kronologi yang dibagikan dokter Rizqa Febriliany Putri melalui akun Threads miliknya, pasien diketahui rutin melakukan manicure setiap tiga minggu sekali selama sekitar 18 tahun.
Beberapa tahun kemudian muncul lesi kecil di punggung tangan. Dalam satu tahun terakhir, kondisinya berkembang menjadi kemerahan, menebal, kasar, dan bersisik.
Setelah dilakukan biopsi pada tiga titik lesi, dua di antaranya terdiagnosis sebagai Squamous Cell Carcinoma (SCC) in situ atau kanker kulit tahap sangat awal. Sementara satu lesi lainnya termasuk actinic keratosis yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV.
Kenapa Lampu UV Manicure Jadi Sorotan?
Lampu UV digunakan untuk mengeringkan dan mengeraskan gel nail polish agar hasil manicure lebih tahan lama. Teknologi ini sudah lama digunakan di salon kecantikan dan dianggap aman dalam penggunaan normal.
Namun seperti paparan UV pada umumnya, sinar tersebut tetap memberikan efek biologis pada kulit. Semakin sering kulit menerima paparan UV sepanjang hidup, semakin besar pula risiko kerusakan sel kulit yang terakumulasi.
Inilah yang membuat kasus viral tersebut menarik perhatian. Banyak orang baru menyadari bahwa sumber paparan UV tidak hanya berasal dari matahari, tetapi juga bisa datang dari perangkat kecantikan tertentu.
Bukan Berarti Manicure UV Langsung Menyebabkan Kanker
Dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika dr I Gusti Nyoman Darmaputra menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dimaknai sebagai bukti bahwa satu kali manicure langsung menyebabkan kanker kulit.
Yang perlu dipahami adalah konsep akumulasi paparan UV. Risiko muncul dari total paparan yang diterima kulit selama bertahun-tahun, termasuk dari berbagai sumber dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, seseorang yang sesekali melakukan manicure UV tidak otomatis berada dalam kondisi yang sama dengan pasien yang menjalani prosedur tersebut secara rutin selama hampir dua dekade.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Menurut dr Darma, beberapa kelompok perlu memberi perhatian lebih terhadap paparan UV tambahan.
- Memiliki warna kulit cenderung terang.
- Memiliki riwayat keluarga kanker kulit.
- Memiliki banyak bercak actinic keratosis.
- Kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari.
Pada kelompok ini, langkah perlindungan tambahan menjadi lebih penting dibandingkan orang dengan faktor risiko yang lebih rendah.
Baca juga: Apakah Lampu UV untuk Manicure Berbahaya? Ini Faktanya
Tips Aman Jika Tetap Ingin Manicure dengan Lampu UV
Dokter tidak melarang manicure menggunakan lampu UV. Fokus utamanya adalah mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada kulit.
Salah satu langkah yang disarankan adalah menggunakan sunscreen broad-spectrum sebelum proses manicure dimulai.
- Gunakan sunscreen broad-spectrum SPF 30 hingga SPF 50.
- Oleskan pada punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum prosedur.
- Gunakan secara merata hingga area yang berpotensi terpapar lampu UV.
Alternatif lainnya adalah memakai sarung tangan khusus anti-UV yang hanya membuka bagian ujung jari sehingga area kuku tetap bisa dirawat tanpa membuat seluruh punggung tangan terpapar sinar secara langsung.
Fenomena Self-Care yang Kini Semakin Populer
Dalam beberapa tahun terakhir, manicure bukan lagi layanan yang identik dengan kalangan tertentu. Banyak pekerja kantoran, kreator konten, hingga mahasiswa menjadikan perawatan kuku sebagai bagian dari rutinitas self-care.
Media sosial juga berperan besar dalam mendorong tren ini. Foto kuku estetik, nail art minimalis, hingga tren gel manicure terus bermunculan di berbagai platform digital.
Di sisi lain, meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan membuat masyarakat kini lebih kritis terhadap berbagai prosedur kecantikan. Mereka tidak hanya bertanya soal hasil akhir, tetapi juga soal keamanan jangka panjang.
Baca juga artikel [Kenapa Banyak Orang Betah Scroll Sampai Tengah Malam?] yang membahas perubahan kebiasaan digital masyarakat saat ini.
Perlukah Berhenti Manicure UV?
Tidak ada rekomendasi medis yang menyatakan semua orang harus berhenti melakukan manicure UV. Hingga saat ini juga belum ada batas resmi mengenai berapa kali manicure UV yang dianggap aman dalam sebulan.
Yang lebih penting adalah memahami risikonya, menggunakan perlindungan yang tepat, dan mengurangi paparan UV yang tidak perlu jika memungkinkan.
Pada akhirnya, perawatan diri tetap bisa dilakukan tanpa rasa khawatir berlebihan selama dibarengi dengan kesadaran terhadap kesehatan kulit dan langkah proteksi yang memadai.
FAQ Risiko Manicure UV dan Kanker Kulit
Apakah manicure UV bisa menyebabkan kanker kulit?
Risikonya berkaitan dengan akumulasi paparan sinar UV dalam jangka panjang, bukan karena satu kali manicure.
Apakah semua orang yang rutin manicure UV akan terkena kanker kulit?
Tidak. Risiko dipengaruhi banyak faktor seperti jenis kulit, riwayat keluarga, dan total paparan UV sepanjang hidup.
Bagaimana cara mengurangi risiko saat manicure UV?
Gunakan sunscreen broad-spectrum SPF 30-50 atau sarung tangan khusus anti-UV sebelum prosedur dimulai.
Apakah lampu UV di salon sama dengan sinar matahari?
Keduanya sama-sama memancarkan radiasi UV, tetapi tingkat dan karakteristik paparannya berbeda.
Apakah ada batas aman manicure UV dalam sebulan?
Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah resmi yang menetapkan batas aman jumlah manicure UV per bulan.
Siapa yang perlu lebih waspada terhadap paparan UV?
Orang dengan kulit terang, riwayat keluarga kanker kulit, actinic keratosis, atau kulit yang sangat sensitif terhadap matahari.

Posting Komentar