Pembangunan Rumah KRS Leuwidamar Mulai Digarap
![]() |
| Warga bersama petugas mendukung pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting di Kecamatan Leuwidamar, Lebak. |
FOKUS LEBAK - Pemerintah mulai membangun ulang rumah keluarga berisiko stunting di Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Rabu (20/5/2026), sebagai bagian intervensi percepatan penurunan stunting.
Intinya:
- Pembangunan rumah KRS di Leuwidamar memasuki tahap pembongkaran.
- Program menjadi bagian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
- Intervensi menyasar hunian sehat, sanitasi, dan kualitas pengasuhan keluarga.
Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat intervensi lapangan dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui bantuan pembangunan rumah bagi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Pada Rabu (20/5/2026), proses pembangunan memasuki tahap awal berupa pembongkaran rumah untuk dibangun kembali. Sejumlah unsur turut hadir dan bergotong royong dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, unsur Babinsa setempat, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Ketua RT, serta warga sekitar.
Apa Tujuan Program GENTING?
Program GENTING bertujuan mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi nyata terhadap keluarga berisiko stunting, termasuk penyediaan hunian sehat dan layak huni untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program itu menjadi gerakan gotong royong nasional yang digagas BKKBN.
Intervensi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Pemerintah juga menyasar peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh melalui penyediaan lingkungan tinggal yang sehat.
Kenapa Rumah KRS Dibangun Ulang?
Pembangunan ulang dilakukan karena masih ditemukan persoalan sanitasi, keterbatasan fasilitas MCK, dan tata ruang rumah yang belum memenuhi standar kesehatan pada keluarga sasaran.
Berdasarkan hasil peninjauan sebelumnya, sejumlah persoalan mendasar masih ditemukan pada keluarga penerima manfaat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Melalui pembangunan ulang hunian, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni. Langkah itu diharapkan mampu menekan berbagai faktor risiko penyebab stunting.
Siapa Saja yang Terlibat?
![]() |
| Tahap awal pembangunan ulang rumah keluarga berisiko stunting di Leuwidamar dilakukan bersama warga dan unsur pendamping lapangan. |
Intervensi dilakukan bersama Tim Pendamping Keluarga, Penyuluh Keluarga Berencana, unsur Babinsa, perangkat lingkungan, dan warga setempat melalui pola gotong royong lintas sektor.
Pendampingan berkelanjutan juga dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama jajaran Penyuluh Keluarga Berencana. Pendampingan itu ditujukan agar perubahan kualitas hidup keluarga berjalan optimal dan berkesinambungan.
Keterlibatan unsur TNI melalui Babinsa serta partisipasi warga mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Lebak.
Pemerintah optimistis intervensi berbasis aksi nyata melalui pembangunan rumah layak huni dapat mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.
Penulis: Habudin
Editor: Ibrahim
FAQ Seputar Pembangunan Rumah KRS di Leuwidamar
Apa itu Program GENTING?
Program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN untuk mempercepat penurunan stunting melalui intervensi langsung kepada keluarga berisiko stunting.
Di mana pembangunan rumah KRS dilakukan?
Pembangunan rumah keluarga berisiko stunting dilakukan di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Kapan pembangunan rumah mulai dilakukan?
Tahap awal pembangunan dimulai pada Rabu, 20 Mei 2026, melalui proses pembongkaran rumah untuk dibangun kembali.
Kenapa rumah KRS perlu dibangun ulang?
Pembangunan ulang dilakukan karena masih ditemukan persoalan sanitasi, keterbatasan fasilitas MCK, dan tata ruang rumah yang belum memenuhi standar kesehatan.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut?
Kegiatan melibatkan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Babinsa setempat, Penyuluh Keluarga Berencana, Ketua RT, Tim Pendamping Keluarga, dan warga sekitar.
Apa tujuan pembangunan rumah layak huni bagi KRS?
Pembangunan rumah layak huni bertujuan menciptakan lingkungan sehat dan aman untuk mendukung kualitas pengasuhan anak serta menekan faktor risiko stunting.
Baca juga:


Posting Komentar