Rusia Ratifikasi Perdagangan Bebas dengan Indonesia
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam momentum penguatan kerja sama perdagangan Indonesia dan Rusia. |
FOKUS NASIONAL - Rusia resmi meratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia di tengah kenaikan nilai perdagangan kedua negara yang menembus 5 miliar dolar AS.
Intinya:
- Perdagangan Indonesia-Rusia naik lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun.
- Vladimir Putin menandatangani ratifikasi perdagangan bebas EAEU-Indonesia.
- Produk unggulan Indonesia berpeluang masuk lebih luas ke pasar Eurasia.
Hubungan dagang Indonesia dan Rusia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan kedua negara tercatat mendekati 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87,5 triliun hingga akhir 2025.
Angka tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov pada Selasa (12/5/2026) sebagaimana dilansir ANTARA.
"Dalam lima tahun terakhir, perputaran perdagangan antara kedua negara kita telah meningkat lebih dari dua kali lipat, mendekati 5 miliar dolar AS pada akhir 2025," kata Manturov.
Putin Teken Ratifikasi Perdagangan Bebas
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU dan Indonesia.
Informasi tersebut diumumkan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui unggahan media sosial pada Selasa (26/5/2026).
Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU sebelumnya diteken pada 21 Desember 2025.
Kesepakatan itu melibatkan seluruh anggota EAEU, yakni Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
Cakup Mayoritas Perdagangan Bilateral
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan perjanjian tersebut mengatur rezim perdagangan preferensial untuk sebagian besar produk.
Berdasarkan laporan Sputnik, cakupan kerja sama itu meliputi lebih dari 98 persen perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Pembahasan implementasi perdagangan bebas Indonesia-EAEU juga telah dilakukan dalam sidang komisi bersama di Kazan pada 13 Mei lalu.
Produk Indonesia Berpeluang Masuk Lebih Luas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kesepakatan tersebut membuka akses pasar lebih besar bagi sejumlah produk unggulan Indonesia.
Produk yang diproyeksikan mendapat peluang lebih luas di pasar EAEU meliputi minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, hingga furnitur.
"Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara," ujar Airlangga usai bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim

Posting Komentar