Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas

Warga Malanggah dan Kemuning kini lebih mudah ke sekolah dan puskesmas setelah Jalan Kemuning-Malanggah sepanjang 1,7 km rampung.
Gubernur Banten Andra Soni meninjau Jalan Kemuning-Malanggah yang dibangun melalui Program Bang Andra di Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang
Gubernur Banten Andra Soni meninjau kondisi Jalan Kemuning-Malanggah usai pembangunan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.

FOKUS SERANG - Warga Desa Malanggah dan Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, kini merasakan kemudahan akses menuju sekolah, puskesmas, hingga lahan pertanian setelah ruas Jalan Kemuning-Malanggah sepanjang 1,7 kilometer selesai dibangun melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Intinya:

  • Pemprov Banten membangun Jalan Kemuning-Malanggah sepanjang 1,7 kilometer dengan konstruksi beton.
  • Jalan tersebut sebelumnya rusak dan menyulitkan akses warga menuju sekolah, puskesmas, dan lahan pertanian.
  • Peresmian jalan dilakukan Gubernur Andra Soni bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim.
  • Warga mengaku akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah.
  • Program Bang Andra tahun 2026 mengalokasikan Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa.

Selama belasan tahun, kondisi jalan yang rusak dan berlumpur menjadi kendala bagi aktivitas warga. Saat musim hujan, anak-anak sekolah harus berjalan melewati jalan becek, petani kesulitan mengangkut hasil panen, hingga warga yang hendak berobat ke puskesmas menghadapi akses yang sulit dilalui kendaraan.

Pembangunan jalan dilakukan Pemerintah Provinsi Banten melalui Program Bang Andra pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Serang. Pembangunan tersebut merupakan hasil usulan dari desa, kecamatan hingga kabupaten yang mendapat persetujuan DPRD Provinsi Banten.

Peresmian jalan dilakukan langsung oleh Gubernur Andra Soni bersama Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim dan disambut antusias ratusan warga dari Desa Kemuning dan Desa Malanggah pada Senin (22/6/2026).

Warga Rasakan Perubahan Akses Pendidikan

Sadiah (48), warga yang sehari-hari berjualan jamu, mengaku kondisi jalan yang kini mulus membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

“Kalau dulu jalannya jelek dan becek, kami yang jualan jalan kaki, tidak pernah kepikiran punya motor atau kendaraan karena jalannya rusak,” katanya.

Menurut Sadiah, kondisi jalan rusak sebelumnya juga dirasakan anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Malanggah 1, SD Negeri Malanggah 2, SD Haruyan hingga SMP Tunjung Teja.

“Dulu kalau hujan, sepatu anak-anak sekolah becek semua. Kasihan melihatnya. Sekarang alhamdulillah mereka bisa jalan lebih nyaman. Ke sekolah sekitar 15 menit jalan kaki,” ujarnya.

“Sekarang warga sudah mulai kepikiran punya kendaraan, bahkan sepeda listrik. Kalau dulu waktu jalannya rusak, tidak ada yang berpikir begitu,” katanya menambahkan.

Akses Kesehatan dan Pertanian Lebih Mudah

Iti (60), seorang petani, mengatakan kondisi jalan sebelumnya menyulitkan warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan, terutama saat musim hujan.

“Kalau ada yang sakit atau mau melahirkan susah ke puskesmas. Jalannya becek dan licin. Motor memang bisa lewat, tapi harus hati-hati. Kadang ada yang jatuh,” tuturnya.

Selain akses kesehatan, para petani juga menghadapi kendala saat mengangkut hasil panen karena kendaraan sulit masuk ke area pertanian.

“Kalau habis panen biasanya dipikul. Kendaraan susah masuk karena jalannya jelek. Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus dan lebih nyaman dilalui,” katanya.

Andra Soni: Jalan Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi

Gubernur Andra Soni mengatakan pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra dilakukan untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian.

“Jalan yang baik akan membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan perekonomian. Harapan kita semoga jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.

Andra Soni juga meminta masyarakat dan pemerintah desa menjaga jalan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya juga berharap kepada masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga jalan ini dengan baik, terutama agar tidak dilalui dengan truk bermuatan berlebih yang dapat mempercepat kerusakan jalan,” katanya.

Program Bang Andra Berlanjut pada 2026

Pada tahun 2025, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil merealisasikan penanganan 62 ruas jalan dan satu jembatan yang tersebar di berbagai daerah.

Penanganan tersebut meliputi tiga puluh ruas dan satu jembatan di Kabupaten Pandeglang, tujuh belas ruas di Kabupaten Lebak, delapan ruas di Kabupaten Serang, lima ruas di Kota Serang, dan dua ruas di Kabupaten Tangerang.

Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer.

Pada tahun 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.

Penanganan jalan tahun 2026 tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak sebelas ruas, Kabupaten Pandeglang sembilan ruas, Kabupaten Serang empat ruas, Kabupaten Tangerang empat ruas, dan Kota Cilegon satu ruas.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Pertanian

Program Bang Andra juga diharapkan mampu mendukung laju pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,79 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,60 persen.

Pada triwulan I-2026, ekonomi Provinsi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan I-2025. Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,70 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,12 persen.

Pada Mei 2026 juga terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di wilayah pedesaan Banten sebesar 0,10 persen.(ADV)

Penulis: Habudin | Editor: Ibrahim

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas
  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas
  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas
  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas
  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas
  • Jalan Kemuning-Malanggah Rampung, Warga Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas

Posting Komentar