Rata-rata Lama Sekolah di Banten Naik Jadi 9,56 Tahun, Program Sekolah Gratis Diperluas ke Kelas XI dan MA
![]() |
| Program Sekolah Gratis di Banten terus diperluas untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa SMA, SMK, SKh swasta, serta Madrasah Aliyah. |
FOKUS BANTEN - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten pada tahun 2025 mencapai 9,56 poin, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 9,23 poin. Pada periode yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 76,35 poin menjadi 77,25 poin.
Intinya:
- Rata-rata lama sekolah di Banten meningkat dari 9,23 poin pada 2024 menjadi 9,56 poin pada 2025.
- IPM Banten naik dari 76,35 poin menjadi 77,25 poin pada 2025.
- Program Sekolah Gratis menyasar 801 sekolah swasta SMA, SMK, dan SKh pada tahun pertama pelaksanaan.
- Jumlah penerima manfaat Program Sekolah Gratis mencapai 60.705 siswa.
- Pada tahun ajaran 2026-2027, Pemprov Banten akan menggratiskan Madrasah Aliyah dengan total penerima manfaat mencapai 10.000 siswa.
Peningkatan indikator pendidikan tersebut salah satunya didukung perluasan Program Sekolah Gratis yang menyasar sekolah swasta sejak 2025. Pada tahun pertama pelaksanaannya, program tersebut menjangkau sekitar 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK dan SKh dengan jumlah penerima manfaat mencapai 60.705 siswa.
Memasuki tahun kedua, Program Sekolah Gratis tidak hanya menyasar siswa kelas X, tetapi juga kelas XI dengan jumlah kuota yang sama. Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga akan menggratiskan sekolah Madrasah Aliyah (MA) pada tahun ajaran 2026-2027 untuk seluruh kelas dengan total penerima manfaat mencapai 10.000 siswa.
Peningkatan Jumlah Siswa di Sekolah Swasta
Kepala SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Buyung Tarmidzi, mengatakan Program Sekolah Gratis berdampak pada peningkatan jumlah siswa di sekolah yang dipimpinnya.
"Sebelum adanya program itu, jumlah siswa yang mendaftar di sini lebih sedikit, di angka 60 siswa. Namun, setelah adanya Program Sekolah Gratis tahun lalu, jumlahnya meningkat menjadi 90 siswa untuk kelas X. Total siswa kami saat ini mencapai 146 orang," kata Buyung Tarmidzi.
Menurut Buyung Tarmidzi, tambahan siswa tersebut merupakan limpahan calon peserta didik yang tidak tertampung di SMAN 1 dan SMAN 5 Ciputat.
"Sehingga kualitas sekolah swasta ke depan akan setara dengan sekolah negeri," ujarnya.
Pengalaman Penerima Manfaat Program
Zikri (17), siswa kelas X penerima manfaat Program Sekolah Gratis, mengaku program tersebut membantu meringankan biaya pendidikan keluarganya.
"Biaya sekolah itu merupakan pengeluaran rutin setiap bulan yang cukup besar bagi kami. Apalagi pekerjaan ibu hanya sebagai penjual ayam potong dan ayah sebagai satpam," katanya.
Zikri mengatakan orang tuanya memilih mengikuti program tersebut agar pengeluaran pendidikan dapat berkurang.
"Ya senang, terus kayak enggak ngeluh mulu bayaran terus-terusan," kata dia.
Kalita (17), siswa kelas X Jurusan Perkantoran Yayasan Pendidikan (YP) SMKS 17 Kota Cilegon, juga mengaku terbantu dengan adanya Program Sekolah Gratis setelah sebelumnya tidak tercantum dalam database siswa baru di SMAN I Cilegon.
“Semula yang terpikir itu kalau sekolah di swasta saya harus membayar ini dan itu, belum lagi ada SPP setiap bulannya yang harus dibayar. Berat, dengan kondisi perekonomian orang tua yang hanya pas-pasan. Biaya sekolah di SMK swasta itu akan menjadi beban yang berkelanjutan selama tiga tahun. Alhamdulillah ternyata ada program sekolah gratis dari Bapak Gubernur untuk SMK swasta,” katanya.
Sementara itu, Syeril (16), siswa kelas X Jurusan Pemasaran, menilai program tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi lulusan SMP.
“Toh sama-sama gratis. Kalaupun bicara kualitas lulusan, saya rasa dari swasta juga banyak yang bagus dan berhasil. Tinggal bagaimana kita tekun belajar saja,” katanya.
Pemprov Banten Perluas Akses Pendidikan
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Program Sekolah Gratis membuat sekolah swasta yang bekerja sama mendapatkan kepastian pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Selain itu, bertambahnya jumlah siswa juga akan meningkatkan jumlah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.
"Termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan para gurunya," kata Andra Soni.
Andra Soni menegaskan Program Sekolah Gratis merupakan upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan layanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat.
"Program Sekolah Gratis ini hadir untuk memberikan pelayanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat Banten," ujarnya.
Menurut Andra Soni, tidak seluruh siswa mendapatkan fasilitas sekolah gratis karena pembiayaan pendidikan anak dari keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi tetap menjadi tanggung jawab keluarga.
"Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, agar tercapai pemerataan akses pendidikan," ujarnya.
Andra Soni menilai peningkatan rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten akan berdampak pada peningkatan daya saing daerah karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang.
"Itu hanya bisa dilakukan melalui dunia pendidikan," katanya menegaskan. (ADV)
Penulis: Fuad Hasan | Editor: Ibrahim.

Posting Komentar