Target 10 Ribu Guru Banten Kuasai Coding dan AI, Dindikbud Perkuat Kompetensi Digital

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, menyampaikan program peningkatan kompetensi guru melalui penguasaan coding dan kecerdasan buatan (AI).
FOKUS BANTEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menargetkan sebanyak 10 ribu guru di Provinsi Banten memiliki kemampuan di bidang pengkodean (coding) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Intinya:
- Dindikbud Provinsi Banten menargetkan 10 ribu guru menguasai coding dan AI.
- Program telah mulai dijalankan di Provinsi Banten dan diharapkan diikuti kabupaten dan kota.
- Program menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA, termasuk guru honorer.
- Target 10 ribu guru merupakan target minimal dan berpotensi bertambah.
- Program merupakan penguatan kompetensi guru yang diteruskan dari pemerintah pusat.
Program Prioritas Peningkatan Kompetensi Guru
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan penguasaan coding dan AI menjadi salah satu program prioritas yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Banten.
“Kita targetkan 10 ribu guru se-Provinsi Banten mahir terkait pengkodean dan pembelajaran AI. Program ini sudah mulai dijalankan di Provinsi Banten dan mudah-mudahan nanti di kabupaten dan kota juga ikut melaksanakan,” ujar Jamaluddin, Jumat 26 Juni 2026.
Guru Didorong Melek Teknologi
Menurut Jamaluddin, di era teknologi saat ini para guru dituntut tidak hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga harus melek teknologi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
“Nah bicara era teknologi berarti guru-guru harus melek teknologi. Karena itu kita sering mengadakan seminar, diklat, dan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi lainnya,” katanya.
Sasar Seluruh Jenjang Pendidikan
Jamaluddin menjelaskan program tersebut menyasar seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk guru honorer.
“Kalau bicara guru, semuanya. Jadi bicara pendidik dan tenaga pendidikan, semuanya menjadi bagian dari organisasi profesi yang ada di Provinsi Banten maupun di Indonesia,” jelasnya.
Target Minimal 10 Ribu Guru
Jamaluddin menyebut target 10 ribu guru tersebut merupakan target minimal. Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti program peningkatan kompetensi di bidang coding dan AI berpotensi lebih besar mengingat jumlah guru di Provinsi Banten yang cukup banyak.
“Ini target minimal, bahkan bisa lebih karena guru di Banten jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.
Jamaluddin menambahkan program penguatan kompetensi guru di bidang coding dan AI merupakan program terbaru yang diteruskan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
“Program dari pusat diteruskan kepada provinsi, kabupaten, dan kota. Ini menjadi salah satu program terbaru yang kita perkuat agar guru-guru di Banten siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” pungkasnya.
Penulis: Fuad Hasan | Editor: Ibrahim.
Posting Komentar