Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar

Mahasiswa Akuntansi UNPAM berbagi pengalaman menghadapi tantangan bahasa Inggris yang ternyata menjadi bekal penting di dunia akuntansi.
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang belajar istilah akuntansi berbahasa Inggris di meja belajar.
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang mempelajari istilah akuntansi berbahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia kerja global.

OPINI PUBLIK
- Saat lulus SMA, saya memilih jurusan Akuntansi karena satu alasan sederhana: saya lebih menyukai hitung-hitungan dibandingkan hafalan. Dalam bayangan saya, dunia akuntansi identik dengan angka, jurnal, debit, kredit, dan laporan keuangan. Saya merasa telah menemukan jurusan yang sesuai dengan minat sekaligus kemampuan yang saya miliki.

Namun, anggapan itu berubah sejak memasuki semester pertama.

Di awal perkuliahan, dosen mulai memperkenalkan berbagai nama akun yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris, seperti Cash, Accounts Receivable, Accounts Payable, Revenue, Expenses, hingga Supplies. Saat itulah saya mulai menyadari bahwa akuntansi ternyata tidak bisa dipisahkan dari kemampuan memahami bahasa Inggris.

Saya bukan orang yang terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Karena jarang dipakai, kosakata yang sudah dipelajari sering kali mudah terlupakan. Awalnya saya mengira bahasa Inggris hanyalah pelengkap dalam perkuliahan akuntansi. Kenyataannya, anggapan tersebut keliru.

Salah satu pengalaman yang paling saya ingat terjadi ketika dosen meminta mahasiswa menghafalkan nama-nama akun dalam bahasa Inggris. Malam sebelumnya saya sudah belajar cukup lama dan merasa siap. Namun, ketika dipanggil ke depan kelas, seluruh hafalan yang sebelumnya terasa mudah mendadak hilang. Rasa gugup membuat saya kesulitan mengingat istilah-istilah yang baru saja dipelajari.

Pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa memahami materi tidak selalu cukup. Kepercayaan diri dan pembiasaan juga memiliki peran penting dalam proses belajar.

Memasuki semester berikutnya, tantangan tersebut masih terus saya hadapi. Dalam berbagai latihan dan kuis, dosen kerap memberikan nama akun dalam bahasa Indonesia, sementara mahasiswa diminta menuliskan padanannya dalam bahasa Inggris sebelum menyusun jurnal atau laporan keuangan. Proses itu membuat saya harus berpikir lebih lama sebelum mulai mengerjakan soal.

Saya juga pernah menghabiskan waktu cukup lama mencari penyebab laporan keuangan yang tidak balance. Berkali-kali saya memeriksa angka dan perhitungannya karena mengira terdapat kesalahan pada proses pencatatan.

Ternyata masalahnya bukan terletak pada angka.

Kesalahan tersebut hanya disebabkan oleh pemilihan nama akun dalam bahasa Inggris yang kurang tepat sehingga ditempatkan pada kolom yang salah. Kesalahan kecil itu berdampak pada keseluruhan laporan keuangan. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa ketelitian dalam akuntansi bukan hanya soal kemampuan berhitung, tetapi juga pemahaman terhadap istilah yang digunakan.

Sejak saat itu saya mulai mengubah cara belajar. Saya membiasakan diri membaca istilah-istilah akuntansi berbahasa Inggris setiap hari, membuat daftar kosakata yang sering muncul di kelas, serta menonton video pembelajaran untuk melatih pemahaman sekaligus pengucapan. Perubahannya memang tidak instan, tetapi sedikit demi sedikit saya mulai merasa lebih percaya diri.

Semakin lama menjalani perkuliahan, saya semakin memahami mengapa dosen selalu menekankan pentingnya bahasa Inggris. Banyak buku referensi, jurnal ilmiah, standar akuntansi internasional, hingga perangkat lunak akuntansi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Artinya, kemampuan tersebut bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa akuntansi yang ingin berkembang dan siap menghadapi dunia kerja.

Menurut saya, pembiasaan penggunaan bahasa Inggris sebaiknya dimulai sejak awal masa perkuliahan. Kampus dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif, sementara mahasiswa juga perlu membiasakan diri menggunakan istilah-istilah akuntansi berbahasa Inggris sejak semester pertama. Dengan cara itu, proses belajar akan terasa lebih ringan sekaligus menjadi bekal menghadapi tantangan profesional di masa depan.

Saya yakin pengalaman seperti ini tidak hanya saya alami. Banyak mahasiswa memilih Akuntansi karena menyukai hitung-hitungan, tetapi baru menyadari kemudian bahwa bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar. Tantangan tersebut memang tidak selalu mudah, tetapi justru menjadi bagian dari perjalanan untuk membentuk kompetensi sebagai calon akuntan.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa memilih jurusan Akuntansi bukan berarti bisa sepenuhnya menghindari hafalan. Hanya saja, hafalan itu kini hadir dalam bentuk istilah-istilah akuntansi berbahasa Inggris yang harus dipahami agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Bagi saya, tantangan terbesar bukanlah bahasa Inggris itu sendiri, melainkan keberanian untuk terus belajar ketika merasa kesulitan. Selama ada kemauan untuk berproses, setiap tantangan akan menjadi bekal berharga untuk membuka lebih banyak peluang di masa depan.

Profil Penulis

Naela Rahmadani merupakan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM). Ia memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan, akuntansi, dan penulisan opini yang berangkat dari pengalaman sebagai mahasiswa.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar
  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar
  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar
  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar
  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar
  • Saya Memilih Akuntansi karena Suka Berhitung, tetapi Bahasa Inggris Justru Menjadi Tantangan Terbesar

Posting Komentar