Mahasiswa Akuntansi Tak Cukup Jago Angka, Bahasa Inggris Jadi Bekal Karier
![]() |
| Seorang mahasiswi Akuntansi mempelajari referensi berbahasa Inggris sebagai bekal memahami standar internasional dan meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. |
Oleh: Elsya Ayu Pratiwi
Selama ini, jurusan Akuntansi kerap identik dengan angka, laporan keuangan, jurnal, audit, perpajakan, dan berbagai perhitungan lainnya. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya keliru. Namun, di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin terbuka dan terhubung secara global, kemampuan berhitung saja tidak lagi cukup.
Mahasiswa Akuntansi kini juga dituntut memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting untuk memahami standar akuntansi internasional, membaca referensi akademik, mengoperasikan perangkat lunak akuntansi, hingga meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja.
Bahasa Inggris Menjadi Bagian dari Dunia Akuntansi Modern
Perkembangan bisnis global membuat profesi akuntan tidak lagi bekerja dalam ruang lingkup lokal. Perusahaan multinasional, investor, auditor, konsultan, regulator, hingga lembaga keuangan menggunakan berbagai dokumen yang sebagian besar disusun dalam bahasa Inggris.
Mulai dari laporan keuangan, standar akuntansi, jurnal ilmiah, aplikasi pendukung pekerjaan, hingga sertifikasi profesi banyak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Kondisi tersebut menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai kebutuhan yang semakin penting bagi mahasiswa Akuntansi.
Memahami Standar Akuntansi Internasional
Salah satu alasan penting menguasai bahasa Inggris adalah karena perkembangan akuntansi sangat berkaitan dengan standar internasional. IFRS Accounting Standards yang diterbitkan IFRS Foundation telah digunakan di banyak negara sebagai acuan dalam penyusunan laporan keuangan.
Mahasiswa yang mampu membaca referensi berbahasa Inggris memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami perkembangan standar akuntansi secara langsung tanpa harus bergantung sepenuhnya pada terjemahan atau ringkasan.
Pemahaman tersebut menjadi bekal penting ketika memasuki mata kuliah lanjutan maupun saat menghadapi kebutuhan profesional di masa depan.
Banyak Istilah Akuntansi Tetap Menggunakan Bahasa Inggris
Dalam praktiknya, banyak istilah akuntansi yang tetap digunakan dalam bahasa aslinya. Istilah seperti current assets, liabilities, revenue, expenses, cash flow, going concern, fair value, hingga audit opinion menjadi bagian dari aktivitas akademik maupun profesional.
Memahami istilah tersebut tidak cukup hanya dengan menghafalkan terjemahannya. Mahasiswa juga perlu memahami konteks penggunaannya agar mampu melakukan analisis secara tepat ketika menyusun laporan maupun mempelajari berbagai kasus akuntansi.
Membuka Akses terhadap Referensi Akademik
Kemampuan bahasa Inggris juga memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber pengetahuan. Banyak jurnal ilmiah, buku referensi, modul sertifikasi, hingga publikasi lembaga profesi diterbitkan dalam bahasa Inggris.
Bagi mahasiswa, kemampuan membaca referensi tersebut dapat membantu memperkaya wawasan ketika menyusun makalah, penelitian, maupun skripsi. Selain memperoleh informasi yang lebih mutakhir, mahasiswa juga dapat membandingkan berbagai sudut pandang dari sumber internasional.
Menjadi Nilai Tambah di Dunia Kerja
Persaingan kerja di bidang akuntansi semakin kompetitif. Banyak perusahaan multinasional maupun organisasi berskala internasional mencari lulusan yang tidak hanya memahami prinsip akuntansi, tetapi juga mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah ketika mengikuti proses rekrutmen untuk posisi seperti auditor, analis keuangan, konsultan, staf pajak, maupun berbagai profesi lainnya di bidang keuangan.
Ketika dua kandidat memiliki kemampuan teknis yang relatif sama, kemampuan berbahasa Inggris sering menjadi salah satu faktor yang membedakan.
Penting dalam Profesi Auditor dan Akuntan
Seorang akuntan tidak hanya bekerja dengan angka. Profesi ini juga menuntut kemampuan menyampaikan informasi kepada berbagai pihak, mulai dari manajemen, investor, regulator, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pekerjaan audit, misalnya, auditor perlu membaca kontrak, memahami dokumen pendukung, menyusun kertas kerja, serta menjelaskan hasil pemeriksaan kepada klien maupun tim kerja. Kemampuan berkomunikasi yang baik, termasuk dalam bahasa Inggris, menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Mempermudah Mengikuti Sertifikasi Profesi
Banyak sertifikasi profesi di bidang akuntansi menggunakan materi berbahasa Inggris, seperti ACCA, CPA, CMA, maupun CIA. Mahasiswa yang telah terbiasa membaca referensi berbahasa Inggris akan lebih siap ketika mempersiapkan diri mengikuti berbagai sertifikasi tersebut.
Penguasaan bahasa Inggris juga membantu memahami materi pembelajaran tanpa harus bergantung sepenuhnya pada hasil terjemahan yang belum tentu sesuai dengan konteks profesional.
Teknologi Membuat Bahasa Inggris Semakin Penting
Transformasi digital turut mengubah cara kerja profesi akuntansi. Berbagai perangkat lunak akuntansi, sistem ERP, aplikasi audit, hingga dashboard analisis keuangan menggunakan antarmuka dan dokumentasi berbahasa Inggris.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep debit dan kredit, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang.
Mulai dari Kebiasaan Sederhana
Menguasai bahasa Inggris tidak harus dimulai dengan target yang besar. Mahasiswa dapat membangun kebiasaan sederhana, seperti membaca artikel akuntansi berbahasa Inggris, mempelajari istilah teknis setiap hari, mengikuti webinar internasional, atau mencoba membaca laporan tahunan perusahaan global.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membantu meningkatkan kemampuan memahami materi sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan profesi akuntansi.
Baca juga: Pentingnya Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Akuntansi untuk Memahami Materi Kuliah
Investasi untuk Masa Depan
Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori dan perhitungan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami standar internasional, serta berkomunikasi secara profesional.
Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal yang dapat membantu mahasiswa Akuntansi menghadapi tantangan tersebut. Semakin dini kemampuan itu dilatih, semakin besar pula peluang untuk berkembang di dunia profesional yang semakin kompetitif.
Pada akhirnya, menjadi mahasiswa Akuntansi bukan hanya soal menguasai angka. Kemampuan memahami bahasa Inggris juga menjadi investasi jangka panjang yang dapat membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, peluang karier, dan pengembangan profesional di masa depan.
Profil Penulis
Elsya Ayu Pratiwi merupakan mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang. Ia aktif mengembangkan kemampuan akademik di bidang akuntansi sekaligus meningkatkan kompetensi bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan pengembangan diri.

Posting Komentar