Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya

Mahasiswa akuntansi perlu menguasai bahasa Inggris untuk memahami standar internasional dan meningkatkan peluang kerja.

Mahasiswi Akuntansi Universitas Pamulang belajar bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi dan peluang karier di dunia kerja.
Mahasiswi akuntansi mempelajari bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia kerja global dan memahami standar akuntansi internasional.

OPINI PUBLIK - Ketika pertama kali masuk kuliah akuntansi, sebagian besar mahasiswa lebih fokus memahami debit, kredit, jurnal umum, hingga laporan keuangan. Bahasa Inggris sering dianggap sebagai mata kuliah pelengkap yang tidak terlalu berkaitan dengan profesi akuntan.

Padahal, anggapan tersebut mulai berubah ketika memasuki semester-semester berikutnya. Buku referensi berbahasa Inggris mulai digunakan, dosen membahas standar akuntansi internasional, hingga perusahaan saat proses rekrutmen menanyakan kemampuan memahami laporan keuangan dalam bahasa Inggris. Pada titik itulah banyak mahasiswa menyadari bahwa kemampuan bahasa Inggris bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan.

Akuntansi Tidak Pernah Terlepas dari Bahasa Inggris

Meski proses perkuliahan berlangsung dalam bahasa Indonesia, banyak istilah penting dalam akuntansi tetap digunakan dalam bahasa aslinya. Istilah seperti accrual basis, going concern, fair value, hingga impairment menjadi bagian dari materi yang dipelajari sehari-hari.

Selain itu, banyak standar akuntansi di Indonesia mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikembangkan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Dokumen resminya diterbitkan dalam bahasa Inggris sebelum tersedia versi terjemahan.

Artinya, mahasiswa yang mampu membaca sumber asli akan lebih cepat memahami perkembangan standar dibanding hanya mengandalkan ringkasan materi.

Dunia Kerja Tidak Hanya Menilai IPK

Perusahaan, khususnya yang memiliki hubungan bisnis internasional, membutuhkan lulusan yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Kemampuan tersebut bukan hanya digunakan saat wawancara kerja, tetapi juga ketika membaca laporan keuangan, berdiskusi dengan klien, menyusun dokumentasi, hingga mengikuti rapat bersama mitra dari negara lain.

Bagi lulusan baru, kemampuan bahasa Inggris dapat menjadi pembeda karena perusahaan tidak perlu lagi memberikan pelatihan dasar komunikasi internasional.

Sertifikasi Profesional Menggunakan Bahasa Inggris

Mahasiswa yang bercita-cita berkarier sebagai akuntan profesional juga perlu memahami bahwa banyak sertifikasi internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Program seperti CPA, CA, CMA, maupun ACCA menuntut peserta memahami soal, studi kasus, hingga menyusun jawaban dalam bahasa Inggris. Karena itu, membiasakan diri membaca referensi berbahasa Inggris sejak masa kuliah menjadi investasi yang sangat berharga.

Bukan Tentang Aksen, Melainkan Akses

Masih banyak mahasiswa yang menganggap belajar bahasa Inggris berarti harus berbicara layaknya penutur asli. Padahal, yang paling dibutuhkan dalam profesi akuntansi adalah kemampuan memahami informasi dan berkomunikasi secara efektif.

Kemampuan tersebut membuka akses terhadap jurnal ilmiah, standar internasional, pelatihan profesional, hingga peluang bekerja di perusahaan multinasional.

Firma akuntansi global maupun perusahaan dengan jaringan internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi lintas negara. Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca, menulis, dan berdiskusi dalam bahasa Inggris menjadi bagian dari kompetensi kerja.

Mulai dari Hal Sederhana

Belajar bahasa Inggris tidak harus dilakukan secara terpisah dari perkuliahan. Mahasiswa dapat memulai dengan membaca buku akuntansi versi bahasa Inggris, mengikuti kanal edukasi akuntansi internasional, atau membandingkan laporan tahunan perusahaan yang tersedia dalam dua bahasa.

Konsistensi jauh lebih penting daripada belajar dalam waktu singkat menjelang kelulusan. Sedikit demi sedikit, kemampuan tersebut akan berkembang seiring bertambahnya pengalaman belajar.

Pada akhirnya, bahasa Inggris bukan sekadar pelengkap bagi mahasiswa akuntansi. Di dunia profesional, kemampuan tersebut menjadi alat kerja yang membantu memahami standar internasional, mengikuti perkembangan ilmu, dan membuka lebih banyak peluang karier. Nilai akuntansi yang baik memang penting, tetapi kesiapan menghadapi dunia kerja juga ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi dalam bahasa yang digunakan secara global.

Oleh: Amanda Nurlinda
Mahasiswa Akuntansi Semester 2, Universitas Pamulang

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya
  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya
  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya
  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya
  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya
  • Nilai Akuntansimu Bagus, tapi Bahasa Inggrismu? Dunia Kerja Nanya Dua-duanya

Posting Komentar